Pada dasarnya setiap orang memiliki apa yang disebut dengan tenaga dalam, hanya saja mereka tidak mengetahui bagaiman cara membangkitkan atau mengembangkannya. Tenaga dalam itu sudah ada sejak manusia dilahirkan. Tetapi tenaga itu masih pasif dan sewaktu-waktu akan bangkit bila orang tersebut dalam keadaan panik, tidur berjalan, terhipnotis atau ketakutan yang luar biasa.
Manusia memiliki unsur kimia tubuh (Body
Chemistry) yang bernama ATP (Adenosin Tri Phosphate). ATP ini dapat berubah
menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh. Secara sederhana dapat ditulis
sbb :
O2 + ATP + Glikogen
Energi
ATP berfungsi sebagai energi cadangan.
Misalnya, setelah kita berolahraga dan kecapaian kemudian bila diistirahatkan
sejenak maka tubuh kita akan pulih kembali. Energi yang dihasilkan oleh ATP
dalam keadaan sehari-hari berupa panas tubuh, membantu lancarnya penyaluran
adrenalin, menghidupkan kimia tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh (zat
antibodi), menghidupkan aktifitas pencernaan dan menghidupkan semua aktifitas
organ dalam tubuh manusia. Berdasarkan penelitian, manusia dalam kehidupan
sehari- hari hanya menggunakan sekitar 2,5% dari seluruh fasilitas energi
tubuhnya. Sedangkan yang 97,5% lainnya tersembunyi sebagai cadangan di ulu
hati.
Permasalahannya adalah bagaiman cara
mengoptimalkan dan membangkitkan energi yang tersimpan itu agar dapat digunakan
dalam kehidupan sehari-hari. Manusia jika mampu meningkatkan kekuatannya
sebesar 0,1-0,3% (sehingga menjadi 2,6-2,8%) dapat membunuh seekor
kuda dalam sekali
pukul atau dapat mematahkan lima batang kikir baja
yang ditumpuk, memecahkan batu kali pun bukan halangan bagi yang memiliki
tenaga dalam.
Tenaga dalam atau energi cadangan adalah suatu
energi yang berpusat pada syaraf-syaraf di sekitar ulu hati dan setelah
dibangkitkan akan berkumpul
pada salah satu bagian tubuh yang
disebut
dengan solar plexus atau kundalini. Menurut berbagai sumber, kundalini
merupakan bagian dari tubuh manusia yang berbentuk 3½ lingkaran, terdapat
diantara tulang ekor dan kemaluan di bawah pusar. Bentuknya
seperti ular yang sedang bergulung atau melingkar. Jadi dalam hal ini perlu dijelaskan bahwa
sumber tenaga dalam adalah ulu hati, bukan solar plexus seperti anggapan orang
selama ini. Padahal solar plexus adalah tempat berkumpulnya energi cadangan
tersebut setelah dibangkitkan.
Solar Plexus/Chakra
Satu-satunya jalan ialah dengan cara mengubah pernafasan biasa menjadi pernafasan spesial, yaitu dengan mengoptimalkan oksigen yang masuk jangan sampai terbuang percuma sedangkan untuk bagian lain harus seimbang.
Untuk membangkitkan energi cadangan secara cepat,
oksigen harus diputarkan secara cepat pula ke seluruh tubuh dan membuang gas beracun CO2 secara cepat.
Karena itu, saat membuang nafas badan harus dikejangkan. Dengan pengejangan
tubuh, oksigen akan berputar membentuk pusaran energi yang menyerap seluruh
energi di tubuh yang tersebar dan tersembunyi. Sedangkan pembuangan gas beracun
dilakukan dengan cara membuang nafas melalui mulut.
Bila kedua hal tersebut dilakukan maka oksigen
yang berputar di dalam tubuh kita adalah oksigen bersih tanpa CO2. Ini salah
satu rahasia juga, mengapa orang-orang yang mempelajari tenaga dalam secara benar selalu sehat dan jarang
sakit.
Fungsi dari tenaga dalam;
1. Tenaga fisik menjadi jauh lebih kuat
2. Untuk mempertajam panca indera.
3. Untuk membangkitkan indera keenam.
4. Untuk menghancurkan benda-benda keras.
5. Untuk meringankan tubuh.
6. Untuk memperkuat memori otak.
7. Untuk meningkatkan kesehatan
dan daya tahan tubuh terhadap serangan fisik dan serangan
penyakit.
8. Untuk memperkuat benda lemas.
9. Untuk Telekinetik/menggerakkan benda
dari jarak jauh
CARA MENGOLAH NAFAS
60 second, sementara orang yang terlatih bisa lebih dari itu. Ada yang
sanggup menahan napas antara 1 sampai 5 menit, contohnya seperti para
penyelaman alami yang biasa menyelam
dilautan tanpa alat bantu.
Kebutuhan oxygen didalam
darah, pembuluh syaraf
dan otak dipenuhi dengan cara bernapas. Darah menyerap oxygen dari udara
yang dihirup dan masuk kedalam paru paru. Darah membawa oxygen tersebut
keseluruh bagian tubuh yang membutuhkan. Terhentinya aliran darah kejantung
atau otak akibat penyumbatan atau peng- gumpalan darah dapat mengakibatkan
kematian mendadak karena jantung atau otak tidak dapat memenuhi kebutuhan oxygennya.
Bernapas menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia, namun banyak
orang yang tidak memperhatikan cara bernapas yang baik, efisien dan benar.
Dalam kehidupan sehari hari kebanyakan manusia hanya menggunakan 20-30% dari
kapasitas paru parunya untuk bernapas. Perhatikan cara bernapas anda sehari
hari, anda hanya bernapas pendek-pendek tidak menggunakan kemampuan paru paru
anda secara maksimal. Cara bernapas seperti ini mengakibatkan paru
paru tidak bekerja maksimal.
Sebagian besar kapasitas paru paru tidak terpakai. Satu ketika mungkin anda
pernah menarik napas dalam dan memenuhi paru paru anda dengan udara
,selanjutnya anda bernapas seperti biasa lagi ( napas
pendek), didalam
paru paru anda akan tertinggal udara sisa yang pada
akhirnya akan menjadi udara basi yang dapat merusak sel paru paru anda.
Bagian paru paru yang jarang digunakan lama kelamaan menjadi rusak dan
tidak mampu lagi mensuplai oxygen kedalam darah. Napas menjadi sesak dan
pendek, badan menjadi cepat lelah, suplai oxygen keseluruh bagian tubuh jadi
berkurang. Akibatnya tubuh menjadi lemah dan rentan terhadap berbagai penyakit.
Orang yang tidak melatih cara bernapas dengan baik dan benar pada usia diatas
40 tahun kondisi tubuhnya semakin buruk dan mudah dihinggapi berbagai penyakit.
Karena itu perhatikanlah cara bernapas anda, latihlah pernapasan anda dengan
mengikuti berbagai olah raga.
Banyak olah raga yang dapat meningkatkan kapasitas paru paru dan aliran
oxygen didalam darah seperti olah raga aerobic, senam, dan olah raga pernapasan
seperti Thai chi, waitankung, yoga,
Mahatma, Satria Nusantara, Silat tenaga dalam dan lain lain. Olah raga tersebut
diatas saat ini menjamur di mana mana pilihlah salah satu yang sesuai dengan
selera anda. Pernapasan yang baik dan benar akan menjadikan tubuh sehat dan
prima, tidak mudah diserang berbagai penyakit. Dengan badan yang sehat dan
prima anda dapat melindungi diri dari pengeluaran biaya pengobatan berbagai
penyakit yang sangat mahal.
Olah Napas dan Kesehatan
Olah napas bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang usia, dengan
olah napas kita bisa menjadi dokter bagi diri kita sendiri. Beberapa penyakit
rutin seperti flu, batuk, dan masuk angin bisa sembuh tanpa obat dan sulit
untuk kambuh lagi. Tingkat kesehatan tubuh meningkat yang ditandai dengan
meningkatnya kebugaran tubuh dan tenaga fisik. Stress hilang, fisik dan mental
menjadi lebih rileks, lebih sabar, tenang, mudah
mengendalikan
emosi dan mudah berkonsentrasi. Gairah seksual meningkat, daya tahan terhadap
berbagai penyakit meningkat, metabolisme tubuh membaik, kadar kolesterol dan
gula darah menjadi normal dan pada tingkat selanjutnya bisa mengatasi tekanan
darah rendah atau tinggi.
Sistem pernapasan yang buruk menyebabkan tubuh menjadi lemah dan rentan
terhadap berbagai penyakit. Seluruh organ tubuh tidak bekerja dengan baik
sehingga menimbulkan ketidak selarasan dan ketidak harmonisan pada system
tubuh. Jika tidak segera diperbaiki dalam jangka panjang hal tersebut dapat
menyebabkan kekacauan pada metabolism
tubuh dan berlanjut dengan timbulnya berbagai kerusakan pada organ tubuh. Pada
usia paruh baya berbagai penyakit mulai datang menyerang, kolesterol tinggi,
diabetes, tekanan darah tinggi atau rendah, asam urat, cepat lelah, sering
pusing, mudah terkena penyakit harian seperti flu, batuk, masuk angin.
Menurunnya daya tahan tubuh menyebabkan banyak pekerjaan yang tidak mampu
diselesaikan dengan baik. Emosi juga jadi tidak stabil mudah marah, kecewa, dan
stress.
Tehnik pengolahan napas yang sehat
Sejak ribuan tahun berbagai perguruan silat dan seni beladiri didunia,
guru meditasi, guru yoga, para pendeta di India dan China telah mengenalkan
tehnik pernapasan yang baik kepada
para muridnya. Tehnik pernapasan tersebut terus dikembangkan dan dipelajari
banyak orang hingga saat ini. Di Indonesia berkembang tehnik seni pernapasan yang fokus pada peningkatan kesehatan seperti Satria Nusantara, Mahatma, Senam tera, Thai chi dan lain
lain. Pada beberapa perguruan silat dan seni bela diri, olah napas digunakan
untuk membangkitkan kekuatan tenaga dalam, hingga mampu memecahkan benda keras
seperti balok es, tumpukan
bata, gagang pompa dragon, besi kikir,
balok kayu hanya dengan sekali pukulan tangan saja, serta mampu menahan tusukan benda tajam atau pukulan benda keras.
Kalau zaman dahulu olah napas ini cenderung digunakan untuk
meningkatkan kekuatan tenaga dalam oleh para jawara dan pesilat untuk membela
diri atau bertarung mengalahkan musuh. Dengan adanya perubahan zaman dimana
orang sudah tidak memerlukan kekuatan fisik dan pertarungan lagi untuk
mempertahankan hidup, maka dewasa ini orang lebih menyukai tehnik pengolahan
napas digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Secara umum
kita mengenal 4 macam cara bernapas, yaitu pernapasan perut, pernapasan dada,
pernapasan pundak dan pernapasan sempurna atau gabungan.
Pernapasan perut
Duduk tegak sambil bersila atau duduk tegak diatas kursi dengan kedua
kaki terjuntai menyentuh lantai, kedua tangan
diletakan diatas lutut. Tarik napas sedalam mungkin
hingga memenuhi rongga paru paru. Perhatikan perut anda saat bernapas. Ketika
menarik napas, perut akan menggembung dan saat menghembuskan napas, perut
mengempis. Kebiasaan yang sering dilakukan tanpa kita sadari adalah ketika
menarik napas justru perut mengempis
dan sebaliknya pada saat menghembuskan napas perut menggembung. Lakukan
pernapasan perut ini beberapa kali hingga anda terbiasa. Lakukan penarikan
napas dengan perlahan dan panjang dan hembuskan dengan cara perlahan dan
panjang pula sampai beberapa kali. Kemudian lakukan pula penarikan dan
penghembusan napas dengan cara yang agak cepat, beberapa kali.
Ketika baru mulai mungkin anda akan merasa janggal karena anda tidak terbiasa dengan cara bernapas seperti ini, tanpa anda sadari selama ini anda telah bernapas dengan cara yang keliru. Perhatikan anak bayi, mereka bernapas dengan pernapasan perut, ketika menarik napas perut menggembung dan ketika menghembuskan napas perut mengempis. Itulah pernapasan yang baik, namun entah bagaimana setelah dewasa cara seperti itu pelan - pelan ditinggalkan.
Pernapasan Dada
Caranya sama seperti diatas, hanya perhatian anda diarahkan kearah
dada. Pada saat menarik napas, dada dikembangkan dan saat menghembuskan napas
perut dikempiskan. Ulang cara bernapas seperti ini hingga beberapa kali hingga
anda merasa biadsa. Tanpa disadari sebenarnya kebanyakan orang bernapas dengan
cara seperti ini, hanya saja dilakukan dengan menarik dan menghembuskan napas
secara pendek dan cepat.
Pernapasan Pundak
Cara dan sikap duduk sama seperti pernapasan perut dan dada, hanya
perhatian anda diarahkan kearah pundak. Saat menarik napas bawalah udara sampai
kebagian pundak atau dada bagian atas, sehingga pundak akan naik. Saat
menghembuskan napas pundak diturunkan kembali keposisi biasa. Lakukan cara
bernapas seperti ini hingga anda merasa biasa.
Pernapasan gabungan atau sempurna
Pada pernapasan perut ada kelemahan yaitu udara hanya memenuhi bagian
bawah dari paru paru sedangkan bagian atas masih kosong. Sebaliknya pada
pernapasan dada atau pundak udara hanya memenuhi bagian atas paru paru sedang
bagian bawahnya masih kosong. Agar udara masuk dengan sempurna dan memenuhi
seluruh ruang didalam paru paru maka dilakukanlah pernapasan gabungan yaitu dengan menggabungkan tehnik pernapasan
perut, dada dan pundak sekaligus pada saat bersamaan .
Ambil sikap duduk seperti ketiga cara pernapasan diatas. Tarik napas
sedalam mungkin dimulai dengan menggembungkan perut, kemudian dada dikembangkan
dan pundak diangkat keatas. Kemudian hembuskan napas dimulai dengan
mengempiskan perut dilanjutkan dengan menurunkan dada dan pundak. Ketika
menarik napas anda akan merasakan bahwa seluruh ruang paru-paru anda dipenuhi
oleh udara, dan sebaliknya ketika meng- hembuskan napas paru - paru anda akan
dikosongkan dengan sempurna. Inilah cara bernapas yang baik dan sempurna,
lakukan ini dengan berulang-ulang hinga anda merasa biasa. Lakukan penarikan
dan penghembusan napas secara
perlahan dan pajang beberapa kali. Kemudian lakukan pula hal yang sama untuk
penarikan dan menghembuskan napas secara cepat.
Tempo menarik dan menghembuskan napas
Agar energy yang didapat dari bernapas bisa betul- betul maksimal,
dibutuhkan kontak yang baik dan sempurna antara darah dengan oxygen yang masuk
kedalam paru paru. Dalam tehnik olah
napas kita mengenal pernapasan
kontinu atau berkesinambungan dan pernapasan terputus. Pada pernapasan kontinu,
menarik dan menghembuskan napas dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan
tidak boleh terhenti oleh penahanan napas. Pernapasan kontinu ini biasa di temukan
pada olah raga pernapasan Thai chi dan Meditasi. Napas ditarik dan dihembuskan
dengan halus dan perlahan, sehingga kontak antara darah dan oxygen diparu paru
bisa berlangsung dengan sempurna.
Sebaliknya pada pernapasan terputus, antara menarik dan menghembuskan
napas diselingi dengan jedah waktu menahan napas. Menahan napas dilakukan pada
saat paru paru telah dipenuhi udara atau pada saat udara didalam paru paru
telah kosong sempurna. Napas ditarik dengan halus dan perlahan selama beberapa hitungan
hingga udara memenuhi seluruh
ruangan paru paru, kemudian ditahan selama beberapa hitungan, selanjutnya
dihembuskan dengan halus dan perlahan selama beberapa hitungan, dan ditahan
dalam keadaan paru paru kosong selama beberapa hitungan pula, demikian
selanjutnya kembali pada penarikan napas seperti semula. Lama penahanan napas
biasanya separuh waktu yang digunakan untuk menarik dan menghembuskan napas. Misalnya menarik dan menghembuskan
napas selama 10 hitungan maka lama menahan napas adalah selama 5 hitungan. Cara
seperti ini biasa dilakukan pada latihan yoga, meditasi dan silat untuk
membangkitkan tenaga dalam.
Manfaat penahanan napas
Betapapun banyaknya udara yang dihirup oleh paru paru jika sel Hb
didalam darah jumlahnya kurang, maka kemampuan darah untuk menyerap oxygen dan
menyalurkannya keseluruh bagian tubuh juga akan berkurang. Disamping
meningkatkan kemampuan paru- paru menghirup udara dari luar, jumlah Hb dalam
darah juga perlu ditingkatkan. Peningkatan jumlah Hb dalam darah bisa dilakukan
dengan tehnik penahanan napas. Dengan menahan napas ketika paru- paru dipenuhi
udara maupun kosong mengakibatkan proses pengambilan oxygen oleh darah
terhenti, sehingga terjadi kekurangan oxygen didalam darah. Kondisi ini
merangsang darah untuk membentuk lebih banyak sel Hb, sehingga ketika menarik
napas oxygen yang diserap oleh darah jumlahnyapun meningkat, demikian pula pada
waktu membuang napas jumlah co2 yang dibuang juga lebih banyak
Penahanan napas juga akan menyebabkan berkurangnya jumlah oxygen dalam
jaringan tubuh, yang menyebabkan meningkatkan keasaman jaringan tubuh. Cairan
jaringan yang asam ini merangsang pembuluh pembuluh kapiler dan pembuluh darah
untuk melebar sehingga jumlah darah yang mengalir lebih banyak. Pelebaran
pembuluh darah berpengaruh terhadap tekanan darah yaitu memperkecil hambatan
terhadap aliran darah, sehingga tekanan darah cenderung menjadi normal.
Penahanan napas juga membantu meningkatkan daya konsentrasi, dan
menstabilkan emosi. Fikiran dan emosi terasa lebih mantap dan mudah
berkonsentrasi pada saat melakukan penahanan napas.
Coba perhatikan, ketika anda memasukan ujung benang kelubang jarum
jahit, anda dapat lebih mudah memasukan benang tersebut dengan menahan napas
dibandingkan jika anda tidak menahan napas. Pada latihan meditasi penahanan
napas sangat membantu dalam meningkatkan konsentrasi. Penahanan napas bisa
dilakukan dua kali yaitu pada saat udara penuh dan kosong atau hanya
satu kali, dipilih
salah satu pada
saat
udara penuh atau kosong saja . Penahan napas dua kali disebut pernapasan
segiempat, sedangkan penahan napas satu kali disebut pernapasan segitiga. Untuk
pemula biasanya dipilih pernapasan segitiga, karena saat yang berat dirasakan
adalah pada saat menahan napas.
Olah napas dan Meditasi
Meditasi bukanlah ritual keagamaan tertentu ataupun pemujaan. Meditasi
juga bukanlah menarik energy atau kekuatan dari makhluk ghaib ataupun sarana
berkomunikasi atau berhubungan dengan semacam jin atau
setan. Meditasi sama sekali tidak ada hubungannya dengan “klenik” atau pun
ilmu-ilmu perdukunan lainnya. Meditasi berasal dari bahasa latin yaitu meditari
(berpikir) dan mederi (menyembuhkan). Pada prinsipnya meditasi adalah kegiatan
untuk memasuki alam bawah sadar kita. Pada saat
kita menyelami pikiran bawah sadar kita mengalami proses peningkatan kesadaran.
Semakin dalam menyelam, kita akan bisa mencapai puncak kehidupan spiritual. Di
situ kita bisa menemukan tujuan hidup kita yang sebenarnya. Namun, kita
mempunyai kebebasan untuk menentukan sampai sejauh mana kita akan menyelami
pikiran bawah sadar itu. Yang pasti, semakin dalam kita memasuki pikiran bawah
sadar, kesunyian dan keheningan akan semakin kita rasakan. Selain itu, energi
yang kita miliki pun akan semakin besar dan kekuatannya semakin meningkat.
Meditasi biasanya dilakukan dengan memusatkan perhatian pada obyek
tertentu, misalnya dengan memandang lilin, bagian tengah hidung atau merasakan
denyut nadi, jantung, dan lain sebagainya. Selama
meditasi napas dilakukan dengan halus dan perlahan, perhatian tidak lepas dari titik focus. Meditasi
bisa juga dilakukan dengan mengkonsentrasikan perhatian dan fikiran pada bacaan
mantera, do’a, kalimat zikir atau bacaan Qur’an. Pernapasan meditasi bisa menggunakan pernapasan
kontinu,
atau pernapasan terputus dengan pola
pernapasan segi empat atau segitiga. Belajar meditasi merupakan bagian dari
latihan mengendalikan pikiran. Meditasi adalah latihan konsentrasi yang dapat
digunakan untuk mempertajam fikiran dan meningkatkan kepekaan
terhadap suasana sekitar.
Kita mengenal dua macam meditasi, yaitu meditasi diam dan meditasi
bergerak. Meditasi diam yang dilakukan dengan berbagai sikap duduk seperti pada
meditasi yoga, tafakur, para pendeta hindu, budha atau pada perguruan seni
beladiri, sedangkan meditasi bergerak dilakukan dengan berbagai jurus dan
gerak, contohnya seperti pada Thai Chi dan pada beberapa perguruan seni bela
diri. Sebenarnya dalam Islam kita juga dapat menemui meditasi diam dan bergerak
ini, contohnya kegiatan tahanuts, I’tikaf,
tafakur ini bisa dimasukan pada kategori meditasi diam, sedangkan sholat bisa
dikategorikan pada meditasi bergerak.
Olah napas dan tenaga
dalam
Pada beberapa perguruan silat dan seni bela diri penggabungan teknik
jurus dan olah napas digunakan untuk membangkitkan dan meningkatkan kemampuan
tenaga dalam serta kepekaan, sehingga mampu memecahkan benda keras seperti
balok es, balok kayu, gagang pompa dragon dan lain sebagainya serta mampu
mendeteksi keberadaan benda disekitarnya dengan mata tertutup. Kita kenal
beberapa perguruan silat dan seni beladiri di Negara kita yang menggunakan
tehnik jurus dan pengolahan napas untuk membangkitkan tenaga dalam seperti
perguruan Merpati Putih, Prana sakti, Margaluyu, Satria Nusantara, Sin Lam Ba
dan banyak lagi.
Penggabungan tehnik jurus dan olah napas memberi kekuatan energy hidup
pada setiap sel tubuh sehingga mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap
benturan benda keras. Disamping itu setiap sel tubuh juga akan
memancarkan
energy biomagnetis, karena jumlahnya yang sangat banyak, energy tersebut akan
memancar disekitar tubuh merupakan perisai magnetis yang dapat melindungi diri
dari berbagai serangan. Energi biomagnetis yang memancar disekitar tubuh itu
akan bekerja secara otomatis jika ada kekuatan emosi negatip yang menyerang.
Perlindungan perisai magnetis ini sering diperagakan oleh perguruan Satria Nusantara,
Sin Lamba dan Al Hikmah,
dan ini merupakan daya tarik tersendiri bagi peminat untuk memasuki
perguruan seni beladiri tersebut.
Olah Napas dan sholat Khusuk
Pengaturan napas dalam sholat memang tidak lazim dilakukan. Umumnya
umat Islam belajar sholat sejak masa kanak-kanak hanya diajarkan tata cara
gerak sholat dan bacaan yang harus dibaca pada setiap gerakan. Sebagian besar
umat Islam mengerjakan sholat hanya sebagai kegiatan rutin yang merupakan
kewajiban, tanpa memahami manfaat dan kekuatan yang tersembunyi dalam kegiatan
sholat tersebut. Jika dilakukan dengan tepat dan benar sebenarnya kegiatan
sholat mirip dengan meditasi bergerak seperti Thai Chi. Kegiatan sholat yang
benar juga mampu meningkatkan energy pada setiap sel tubuh dan membangkitkan
medan biomagnetis disekitar tubuh, yang dapat melindungi yang bersangkutan dari
serangan energy negatif.
Dengan pengaturan napas yang tepat dan benar serta memahami setiap
kalimat yang dibaca dalam sholat akan didapat kondisi khusuk. Ucapan, fikiran
dan perasaan menyatu dalam makna kalimat (ayat) yang diucapkan dalam sholat.
Konsentrasi terpusat pada setiap kalimat yang
dibaca dalam sholat
tersebut, sehingga dicapai
kondisi khusuk. Pengolahan napas yang tepat dan benar dapat mencegah
pelaku sholat dari gerakan yang terburu- buru, sholat dilakukan dengan tu’maninah dan khusuk. Teknik
pengaturan
napas dalam sholat ini dapat anda temukan diblog ini pada tulisan ” Mencapai
sholat khusuk”
Olah napas dan membaca
Qur’an
Pengaturan dan pengendalian napas juga terdapat
pada saat membaca Qur’an. Pengaturan napas diatur dalam hukum tajwid
bacaan Qur’an. Bacaan Qur’an dilakukan dengan sekali tarikan napas dan hanya
boleh berhenti pada tempat yang telah ditentukan (waqaf). Jika terputus
ditengah jalan boleh berhenti pada tempat yang tidak mengubah makna dan bacaan
harus diulang kembali mulai dari beberapa kata sebelumnya.
Membaca Qur’an disamping mengandung aspek olah napas juga mengandung
aspek meditasi. Kegiatan membaca Qur’an bisa dimasukan kategori meditasi diam
ketika dilakukan sambil
duduk dan meditasi
bergerak ketika dilakukan
dalam sholat. Membaca Qur’an dengan tajwid dan
makhraj yang tepat dan benar mempunyai efek sama seperti melakukan olah napas . Karena
itu membaca Qur’an merupakan obat yang dapat
menenangkan hati, fikiran dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Latihan Teknik pernapasan
Olah napas yang tepat dan benar dapat meningkatkan kebugaran dan
kesehatan tubuh. Dewasa ini sudah banyak orang yang melakukan latihan olah
napas untuk mendapat kebugaran dan kesehatan tubuh. Kalau anda berjalan pagi
dilapangan Monas pada hari kerja atau di sekitar Stadion Utama pada hari minggu
anda akan menemui kelompok orang yang melakukan latihan olah napas ini. Latihan
olah napas bisa didapat dengan mengikuti latihan senam Yoga, Seni Pernapasan
Satria Nusantara, Kalimasada, Mahatma, Thai Chi, Wai tankung dan lain
sebagainya yang tum buh menjamur di kota besar di Indonesia ini. Pada beberapa
perguruan silat seperti Perisai Diri, Merpati Putih, Sin lam Ba, dan banyak
lagi anda juga akan mendapatkan latihan olah napas untuk membangkitkan tenaga
dalam. Bagi umat
Islam dalam membaca Qur’an dengan benar dan tartil atau melakukan sholat khusuk juga terdapat tehnik pengolahan napas, yang insya Allah juga dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. CARA MENGOLAH NAFAS
